Siswi MPLB SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga Raih Emas Tenis Lapangan di POPDA Purbalingga 2026

POSSEKOLAH | Teaching Factory

TEACHING FACTORY

Digital Office

Agen Resmi PT. POS INDONESIA (Persero) Cabang Purbalingga


Dalam rangka mewujudkan pendidikan kejuruan yang selaras dengan kebutuhan dunia  usaha/industri, Unit Produksi/Teaching Factory MLPB SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga telah membuka POSSEKOLAH dan telah ditetapkan sebagai Agen Resmi PT. POS INDONESIA (Persero) dengan kode dirian 53316C2 tanggal 10 Maret 2021.

Pada awal berdirinya sesuai perjanjian kerjasama, unit produksi POSSEKOLAH ini melayani/menyediakan benda pos (materai, perangko, kartu pos, dll), jasa pengiriman (kirim paket/surat dalam/luar negeri, Express, Kilat Khusus, EMS, dll). Namun saat ini menitikberatkan pada layanan PosPay (pembayaran BPJS, PLN, PDAM, pulsa, paket data/internet, dll) atau melayani berbagai macam transaksi layanan keuangan.


"Sejak kelas X, siswa MPLB belajar melayani tamu/pelanggan dan melayani transaksi pembayaran melalui POSSEKOLAH sebagai Unit Produksi berbasis layanan digital."


Layanan Administrasi Digital Berbasis Teaching Factory

POSSEKOLAH merupakan unit produksi yang menghadirkan pengalaman kerja nyata bagi peserta didik yang dikembangkan sebagai pusat layanan administrasi digital berbasis Teaching Factory. POSSEKOLAH melayani transaksi PosPay seperti pembayaran listrik (PLN), PDAM, BPJS, pulsa, paket data, dan layanan pembayaran lainnya. Unit ini berada di Ruang Praktik Siswa (RPS) MPLB dan menjadi bagian dari transformasi laboratorium administrasi menjadi ruang praktik berbasis teknologi digital. Dengan demikian, POSSEKOLAH akan menjadi laboratorium bisnis sekaligus laboratorium administrasi modern.

Mengapa POSSEKOLAH Menjadi Program Unggulan SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga?

  1. Pembelajaran Berbasis Teaching Factory. Dalam pendidikan vokasi modern, pembelajaran terbaik adalah learning by doing. POSSEKOLAH bukan sekadar simulasi administrasi, tetapi tempat siswa melayani pelanggan secara langsung, mengoperasikan sistem pembayaran digital, menyusun administrasi transaksi, serta berinteraksi dengan masyarakat. Ini sejalan dengan konsep Teaching Factory yang menjadi ciri SMK berkualitas.
  2. Memiliki Nilai Jual yang Berbeda (Unique Selling Proposition). Banyak sekolah memiliki Ruang Praktik Siswa namun tidak banyak SMK yang memiliki Unit Produksi berbasis layanan pembayaran digital yang dikelola sebagai media pembelajaran. Inilah pembeda yang dapat menjadi identitas MPLB SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga
  3. Mengintegrasikan Banyak Kompetensi Sekaligus. Melalui POSSEKOLAH, siswa tidak hanya belajar administrasi. Mereka juga mengembangkan kompetensi: pelayanan pelanggan (customer service), komunikasi bisnis,  administrasi transaksi, pengelolaan dokumen, penggunaan aplikasi digital, literasi keuangan, etika pelayanan, ketelitian, dan tanggung jawab.
  4. Menumbuhkan Jiwa Wirausaha. POSSEKOLAH dapat menjadi media pembelajaran kewirausahaan karena siswa belajar: Memberikan layanan kepada masyarakat, memahami proses bisnis, mengelola transaksi, dan  membangun budaya kerja profesional.
  5. Sangat Mendukung Branding Sekolah. Orang tua dan calon siswa lebih mudah memahami program yang nyata. Sejak kelas X, siswa MPLB belajar melayani tamu/pelanggan dan melayani transaksi pembayaran melalui POSSEKOLAH sebagai Unit Produksi berbasis layanan digital.

Komentar