
MPLB SMKMusaga - Bagaimana rasanya menjadi petugas
resepsionis sekaligus melayani transaksi digital ketika masih berstatus sebagai
pelajar? Pengalaman itu menjadi bagian dari pembelajaran yang dijalani siswa Kelas XI Konsentrasi Manajemen
Perkantoran SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga melalui Teaching
Factory (Tefa) POSSEKOLAH. Pembelajaran berbasis praktik terus dikembangkan MPLB SMK
Muhammadiyah 1 Purbalingga. Salah satu implementasinya adalah Praktik Layanan
Resepsionis dan PosPay bagi siswa Konsentrasi Manajemen Perkantoran, yang
mengintegrasikan keterampilan pelayanan dengan pemanfaatan teknologi
perkantoran. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran pada elemen
Komunikasi di Tempat Kerja dan Teknologi Perkantoran. Melalui praktik tersebut,
siswa tidak hanya mempelajari konsep pelayanan secara teori, tetapi juga
memperoleh pengalaman menjalankan prosedur layanan secara langsung di
lingkungan sekolah. Melalui Praktik
Layanan Resepsionis dan PosPay, mereka mendapatkan kesempatan untuk
mempraktikkan secara langsung bagaimana menyambut tamu, berkomunikasi dengan
pelanggan, mengoperasikan aplikasi layanan, menangani transaksi, hingga
memastikan setiap pelayanan dilakukan dengan tepat dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran pada
elemen Komunikasi di Tempat Kerja dan
Teknologi Perkantoran. Tujuan pembelajarannya adalah membekali siswa
agar mampu memberikan pelayanan secara profesional, tepat, teliti, beretika,
dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Dari Salam hingga Mengarahkan Tamu
Ruang resepsionis menjadi salah satu tempat siswa belajar
menghadapi situasi pelayanan secara langsung. Ketika seorang tamu datang, siswa dituntut tidak sekadar
mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga bagaimana melakukannya dengan
sikap yang tepat. Senyum, sapaan, salam, kesopanan, dan keramahan menjadi
bagian penting dari pelayanan melalui prinsip 5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. Setelah menyambut tamu, siswa mempersilakan tamu mengisi
Buku Penerimaan Tamu. Menariknya, pencatatan dapat dilakukan dengan dua cara: secara
manual atau secara digital melalui QR
Code menggunakan smartphone milik tamu. Jika diperlukan, petugas
resepsionis juga membantu atau mengarahkan tamu dalam proses pengisian. Dari proses sederhana tersebut, siswa belajar bahwa
pelayanan yang baik membutuhkan komunikasi, perhatian, dan ketelitian. Mereka kemudian menanyakan kepentingan tamu dan
memberikan arahan sesuai kebutuhan. Untuk tamu yang memiliki keperluan khusus
dengan sekolah, siswa dapat mengantarkan menuju ruang Kepala Sekolah, Tata
Usaha/Bendahara, ruang guru, BK, BKK, atau ruangan lain yang sesuai. Dengan demikian, pengalaman belajar tidak berhenti pada
hafalan prosedur. Siswa berlatih menghadapi alur pelayanan dari awal hingga
selesai.
Ketika Teknologi Bertemu dengan Ketelitian
Pembelajaran berikutnya berlangsung melalui layanan PosPay. Dengan menggunakan tablet dan printer thermal bluetooth
yang disediakan untuk kegiatan praktik, siswa belajar mengoperasikan aplikasi
PosPay sesuai petunjuk yang diberikan guru saat pelatihan. Layanan yang dipraktikkan mencakup pembayaran tagihan air/PDAM, tagihan atau token
listrik/PLN, pembelian pulsa dan paket data/internet, pembayaran BPJS, serta
layanan lainnya yang tersedia. Di sinilah ketelitian menjadi sangat penting. Siswa harus menerima pembayaran terlebih dahulu sebelum
melakukan transaksi. Uang yang diterima harus dihitung kembali sesuai nilai
transaksi. Jika terdapat uang kembalian, jumlahnya harus dipastikan sesuai.
Hasil transaksi juga harus disimpan dengan aman sebelum pada akhir praktik diserahkan
kepada guru pembimbing bersama perangkat PosPay yang digunakan. Bagi siswa, aktivitas tersebut menjadi pengalaman untuk
memahami bahwa pekerjaan administrasi dan pelayanan membutuhkan ketelitian
serta tanggung jawab.
Belajar Bertanggung Jawab, Bukan Sekadar Menyelesaikan
Tugas
Panduan praktik ditetapkan untuk mengatur berbagai tanggung jawab
selama kegiatan berlangsung. Siswa hadir sesuai jadwal, mengenakan seragam
identitas yang ditentukan, menyiapkan ruang resepsionis dan peralatan, serta
merapikan kembali ruangan setelah praktik selesai. Penggunaan perangkat juga diarahkan secara disiplin.
Tablet inventaris yang digunakan untuk layanan PosPay tidak diperbolehkan
digunakan untuk bermain gim, membuka media sosial, atau aplikasi lain di luar
kebutuhan layanan. Aturan tersebut membuat praktik menjadi lebih dari
sekadar simulasi. Siswa dibiasakan memahami bahwa sebuah layanan memiliki
prosedur, tanggung jawab, serta konsekuensi yang harus diperhatikan.
Teaching Factory yang Mendekatkan Siswa dengan Dunia
Kerja
Praktik Layanan Resepsionis dan PosPay merupakan bagian
dari Teaching Factory Manajemen
Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga. Kegiatan ini merupakan
pengembangan kompetensi layanan PosPay yang diintegrasikan dengan praktik
resepsionis. Pelaksanaannya melibatkan Ketua Program Keahlian MPLB,
guru pembimbing, siswa kelas XI-MP, Guru Piket, petugas keamanan, dan bagian
Tata Usaha. Guru pembimbing memberikan sosialisasi serta pelatihan sesuai
prosedur, kemudian melakukan monitoring selama praktik berlangsung. murid dibimbing oleh Muthoharoh,
S.Pd. pada layanan resepsionis dan Hidayatul Laela, S.Pd. pada layanan PosPay.
Membentuk
Pengalaman Sejak di Bangku Sekolah
Bagi calon siswa dan orang tua, kegiatan seperti ini
memberikan gambaran bahwa pembelajaran di MPLB SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga tidak hanya berkaitan dengan
materi administrasi di dalam kelas. Melalui
Teaching Factory POSSEKOLAH, siswa mendapatkan pengalaman menjalankan prosedur
pelayanan, berkomunikasi dengan tamu, menggunakan teknologi perkantoran,
menangani transaksi, serta menjaga ketelitian dan tanggung jawab dalam
menjalankan tugas. Semua pengalaman tersebut berlangsung dalam lingkungan
sekolah dengan pendampingan guru dan berpedoman pada prosedur praktik yang
telah ditetapkan. Dari sebuah sapaan kepada tamu hingga sebuah transaksi
yang harus dihitung dengan teliti, siswa belajar bahwa dunia kerja dibangun
dari kebiasaan-kebiasaan sederhana: ramah
ketika melayani, cermat ketika bekerja, disiplin menjalankan prosedur, dan
bertanggung jawab terhadap tugas. Itulah pengalaman belajar yang dihadirkan melalui Praktik Layanan Resepsionis dan PosPay
Teaching Factory POSSEKOLAH SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga.
Pada akhirnya, pengalaman praktik resepsionis dan layanan
PosPay tidak berhenti ketika pelayanan selesai dan ruang praktik kembali
dirapikan. Setiap sapaan kepada tamu, setiap informasi yang disampaikan, hingga
setiap transaksi yang diperiksa dengan teliti menjadi bagian dari proses belajar
yang berharga. Melalui refleksi setelah praktik, siswa diajak mengenali
kemampuan yang telah berkembang sekaligus memahami hal-hal yang masih perlu
diperbaiki mulai dari komunikasi yang santun, ketepatan menjalankan prosedur,
penggunaan teknologi perkantoran, hingga menjaga kerahasiaan data dan keamanan
transaksi. Lebih dari
sekadar pengalaman melayani, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk
membangun kepercayaan diri dan membiasakan diri memberikan pelayanan yang
cepat, tepat, teliti, dan profesional. Dengan demikian, Teaching Factory MPLB
SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga menghadirkan pengalaman belajar yang dekat
dengan praktik pelayanan di tempat kerja, sekaligus menumbuhkan sikap
bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. (D/R)
----- Divisi Publikasi MPLB SMK Musaga
Komentar
Posting Komentar