MPLB SMKMusaga - Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di balik dinding kelas. Terkadang, pengetahuan justru menemukan maknanya ketika murid berhadapan langsung dengan dunia nyata. Semangat itulah yang dibawa Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga melalui kegiatan Outing Class ke PT Pos Indonesia Cabang Purbalingga (PosIND Purbalingga) selama tiga hari, 7–9 September 2026. Sebanyak 105 murid dari 3 kelas X MPLB mengikuti kegiatan yang merupakan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) pada mata pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis. Kegiatan tersebut didampingi oleh guru pengampu sekaligus guru pendamping yakni Tjatur Pudjiantoro, S.Pd. dan Hidayatul Laela, S.Pd. Mengusung tema “ Belajar dari Dunia Kerja: Mengenal Bisnis Jasa, Logistik dan Layanan Pelanggan ”, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pembelajaran di sekolah dengan realitas dunia kerja. Setelah melaksanakan sholat Dhuhur di sekolah, mereka berangkat bersama sesuai jadwal ditentukan menuju PosIND Purbalingga untuk mengikuti rangkaian pembelajaran yang telah dipersiapkan.
Menjadikan Dunia Kerja sebagai Ruang Belajar
Koordinator kegiatan, Didik Riyanto, S.Pd., selaku Kaproli MPLB SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, menyampaikan bahwa outing class merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis dunia kerja. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan kesempatan kepada murid untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan yang mereka pelajari di sekolah diterapkan dalam lingkungan kerja sesungguhnya. “ Melalui metode pembelajaran di luar kelas, kami berharap proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman secara langsung dari dunia kerja nyata secara menyeluruh dan terarah, sehingga mampu memadankan hasil pembelajaran dengan praktiknya dalam kehidupan nyata,” ungkapnya. Pembelajaran pun tidak berhenti pada kegiatan mendengarkan materi. Murid diajak menyaksikan bagaimana sebuah perusahaan jasa menjalankan proses bisnis, melayani pelanggan, mengelola dokumen, hingga memastikan layanan pengiriman dapat berlangsung secara tepat dan profesional.
Mengenal Proses Bisnis dan Logistik PosIND
Kehadiran Rayhan Muhammady, Executive Manager PT Pos Indonesia Cabang Purbalingga, menjadi bagian penting dalam rangkaian pembelajaran. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan sambutan sekaligus apresiasi terhadap kegiatan outing class yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia kerja. Ia juga menjadi pemateri yang memperkenalkan kepada murid mengenai proses bisnis perusahaan penyedia layanan jasa dan logistik. Materi yang disampaikan memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana perusahaan mengelola layanan, memenuhi kebutuhan pelanggan, serta menjalankan proses bisnis secara profesional. Murid diperkenalkan dengan berbagai aktivitas yang mendukung penyelenggaraan layanan, mulai dari pelayanan kepada pelanggan hingga proses pengiriman dokumen.
Praktik Layanan Pelanggan dan
Pengiriman Dokumen
Setelah memperoleh pemahaman secara teoritis, murid kemudian diajak memasuki tahap praktik. Sejumlah staf PosIND Purbalingga memberikan pendampingan dalam praktik layanan pelanggan dan proses pengiriman dokumen. Menariknya, seluruh murid memperoleh kesempatan untuk mengalami sendiri proses layanan jasa pengiriman. Mereka mempraktikkan pengiriman dokumen berupa sertifikat kegiatan ke alamat rumah masing-masing. Pengalaman sederhana tersebut menjadi pembelajaran yang konkret: bagaimana seorang pelanggan dilayani, bagaimana dokumen diproses, dan bagaimana sebuah layanan harus dilakukan dengan ketelitian, ketepatan, komunikasi yang baik, serta tanggung jawab. Pembiayaan kegiatan tersebut juga dirancang secara efisien dengan memastikan seluruh proses penyelenggaraan berjalan sesuai kebutuhan pembelajaran dan tidak menimbulkan pembiayaan yang tidak sesuai.
Ketika
Teori Menemukan Bentuk Nyatanya
Bagi murid MPLB, pengalaman tersebut bukan sekadar kunjungan. Ia menjadi jembatan antara teori dan praktik, antara apa yang dibaca di buku dengan apa yang benar-benar terjadi di tempat kerja. Di ruang kelas, murid mengenal konsep pelayanan pelanggan. Di PosIND, mereka melihat bagaimana pelayanan itu dilakukan. Mereka mempelajari proses bisnis, kemudian menyaksikannya bergerak dalam aktivitas nyata. Mereka memahami pentingnya dokumen, lalu mengalami sendiri bagaimana sebuah dokumen harus diproses agar dapat sampai kepada penerima. Inilah esensi pembelajaran mendalam: pengetahuan tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi tumbuh menjadi pengalaman, pemahaman, dan keterampilan yang dapat diterapkan.
Belajar dengan Gembira, Bertumbuh dengan Karakter
Sepanjang kegiatan, antusiasme murid terlihat dalam setiap tahapan. Mereka mengikuti pemaparan materi, berdialog dengan praktisi, mengamati proses layanan, hingga terlibat langsung dalam praktik pengiriman dokumen. Suasana belajar pun terasa berbeda. Ada rasa ingin tahu yang tumbuh ketika teori bertemu kenyataan. Ada keberanian bertanya ketika murid berhadapan dengan praktisi. Ada ketelitian ketika mereka melakukan praktik layanan dan ada tanggung jawab ketika setiap proses harus dilakukan sesuai prosedur. Pada akhirnya, outing class bukan hanya tentang memindahkan tempat belajar dari sekolah menuju dunia kerja. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, komunikasi, ketelitian, tanggung jawab, dan karakter positif dalam diri murid. Melalui kolaborasi antara SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga dan PosIND Purbalingga sebagai mitra sekolah dalam program Teaching Factory, pembelajaran kembali menemukan wajahnya yang paling nyata. Sebab pada akhirnya, pendidikan vokasi bukan sekadar menyiapkan murid untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga membentuk mereka agar mampu melakukan, mampu beradaptasi, dan siap memberikan layanan terbaik ketika kelak memasuki dunia kerja. (D/R)
----- Divisi Publikasi MPLB SMK Musaga









Komentar
Posting Komentar